Inilah Risiko Penyakit Ginjal Kronis

Inilah Risiko Penyakit Ginjal Kronis – Seperti yang banyak di ingini orang yaitu memiliki tubuh yang sehat dan terjauh dari yang namanya penyakit. Penyakit ginjal kronis adalah penyakit dengan kondisi ginjal rusak dan kehilangan kemampuannya untuk menyaring darah. Pada tahap awal penyakit, kebanyakan orang tidak memiliki gejala. Namun, ketika penyakit makin parah, limbah dapat menumpuk di darah dan memunculkan beberapa gejala, seperti tekanan darah tinggi, anemia, tulang lemah, gizi buruk, hingga kerusakan saraf.

Karena ginjal sangat penting untuk banyak fungsi tubuh, adanya penyakit pada ginjal juga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah. Bila sampai mengalami gagal ginjal dan ini tidak ditangani dengan baik, maka bisa menyebabkan gagal ginjal stadium akhir yang butuh penanganan lebih lanjut, seperti cuci darah rutin atau transplantasi ginjal.

Inilah Risiko Penyakit Ginjal Kronis

1. Diabetes meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal kronis
Diabetes adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula di dalam darah karena tubuh health tidak mampu menghasilkan atau menggunakan insulin. Insulin merupakan hormon yang berguna untuk regulasi gula darah. Diabetes merupakan faktor terbesar dalam meningkatnya risiko terjadinya gangguan ginjal.

Jenis penyakit ginjal yang termasuk dalam komplikasi diabetes (nefropati diabetik), terjadi karena kadar gula darah tinggi yang merusak ginjal. Sekitar 40 persen orang dengan diabetes mengembangkan nefropati diabetik dan menjadi penyebab utama terjadinya penyakit ginjal kronis.

Ginjal terdiri dari banyak pembuluh darah yang bernama glomeruli. Terlalu banyak kadar gula di dalam darah akan merusak pembuluh darah tersebut. Jika ginjal sudah rusak akibat diabetes, akan sulit bagi ginjal untuk menjalankan fungsinya dengan normal. Apabila tidak ditangani, nefropati diabetik akan berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.

2. Pasien hipertensi berisiko terkena penyakit ginjal kronis
Orang dengan hipertensi memiliki risiko tinggi terkena penyakit ginjal kronis. Diperkirakan, sebanyak 1 dari 4 orang yang menderita penyakit ginjal kronis disebabkan oleh hipertensi. Hipertensi adalah penyakit dengan kondisi tekanan darah di atas 130/80 mmHg dengan pemeriksaan berulang.

Ginjal terdiri dari pembuluh darah kecil yang membantu membersihkan darah. Ketika tekanan darah tinggi, darah mengalir melalui pembuluh darah ini dengan kekuatan besar. Hal Ini dapat membahayakan pembuluh darah ini dan menyebabkan penyakit ginjal.

Di sisi lain, tekanan darah tinggi juga bisa menjadi gejala penyakit ginjal kronis. Ginjal membantu tubuh untuk mengontrol tekanan darah. Ketika tekanan darah tinggi merusak ginjal, maka ginjal tidak mampu mengontrol tekanan darah dengan semestinya.

3. Riwayat keluarga juga menjadi faktor risiko penyakit ginjal kronis
Bila ada riwayat penyakit ginjal kronis dalam keluarga (orang tua, kakek dan nenek, atau saudara kandung), maka kamu lebih mungkin mengalaminya juga. Ini karena adanya gen yang diturunkan, dan gen tersebut dapat membuat seseorang lebih berisiko terkena penyakit ginjal kronis.

Meskipun begitu, adanya riwayat penyakit tersebut dalam keluarga bukan berarti kamu pasti mengalaminya. Dengan menjalani gaya hidup sehat, ini dapat membantu melawan gen yang meningkatkan risiko penyakit.

Risiko terkena penyakit ginjal kronis bisa diminimalkan dengan melakukan gaya sehat seperti mengontrol kadar gula darah, tekanan darah, diet rendah garam dan lemak, tidak merokok, menjaga berat badan, dan rutin olahraga.

Ketahui Jenis Hewan Tercerdas di Dunia

Ketahui Jenis Hewan Tercerdas di Dunia – Di dunia ini terdapat banyak sekali jenis hewan yang bisa anda kenali dan anda lihat betapa beranekaragamnya hewan yang ada. Hewan juga memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda, sama halnya dengan manusia. Namun, bagaimana cara mengukur seberapa cerdas mereka, termasuk jenis hewan mana yang paling cerdas dibanding yang lain?
Untuk mengukur seberapa cerdas mereka, penelitian pun dilakukan terhadap berbagai jenis hewan untuk mengetahui sejauh apa kemampuan mereka dalam memecahkan masalah, berkomunikasi, bahkan mengenali rupa mereka sendiri.

Ketahui Jenis Hewan Tercerdas di Dunia

1. Simpanse

Mempelajari berbagai jenis primata, terutama primata besar, merupakan kunci untuk mengetahui kehidupan manusia di zaman purba. Begitu pula melalui simpanse yang memiliki kesamaan DNA dengan manusia hingga 98 persen.
Primata besar memang hewan yang memiliki kecerdasan tinggi. Namun, yang tertinggi di antara primata tersebut adalah salmonbiru simpanse.
Simpanse memiliki kemampuan dalam menggunakan alat-alat sederhana, seperti menggunakan ranting untuk memancing semut dari sarangnya. Sebab, mereka tahu semut bisa menggigit kalau dipegang langsung. Selain itu, mereka juga bisa menggunakan batu untuk membuka kulit kacang yang keras.
Tak hanya memiliki kemampuan dalam menggunakan alat-alat sederhana, simpanse juga memiliki empati, altruisme, dan kesadaran diri. Hal-hal tersebut hanya bisa dimiliki oleh makhluk dengan kecerdasan tinggi.

2. Lumba-Lumba

Lumba-lumba juga bisa menggunakan alat, sama seperti simpanse. Demi mencegah moncongnya terluka, seekor lumba-lumba menggunakan spons untuk menutupi mulutnya. Cara menggunakan spons tersebut pun ia ajarkan kepada anaknya.
Lumba-lumba juga memiliki kemampuan untuk mengenali simbol. Bahkan, mereka mampu memecahkan masalah dengan baik. Kemampuan mengenali bayangan dirinya di dalam cermin juga menunjukkan bahwa lumba-lumba memiliki kecerdasan tinggi.

3. Gajah

Salah satu bukti kecerdasan hewan satu ini terekam oleh National Geographic di Kenya pada tahun 2013. Dalam rekaman video terlihat beberapa ekor gajah ditemukan sedang berduka karena kematian pemimpin mereka, yaitu seekor gajah betina yang sudah tua.

Mereka terlihat hanya berdiam diri mengelilingi mayat gajah betina itu. Tentu, itu merupakan hal yang tidak biasa. Sebab, gajah biasanya selalu aktif bergerak.
Selain itu, hewan berbelalai ini juga terkenal tidak pernah lupa. Mereka bisa mengingat wajah orang dalam waktu lama, termasuk orang-orang yang menyakitinya. Tidak hanya ingat, gajah juga bisa membalas dendam.
Dari beberapa spesies hewan yang mampu mengenali diri mereka sendiri di cermin, gajah merupakan salah satunya.

4. Gurita

Siapa sangka, ternyata gurita juga termasuk hewan yang cerdas. Salah satu bukti kecerdasannya adalah gurita selalu mampu untuk melarikan diri bila terperangkap.
Gurita tidak memiliki senjata pada tubuhnya untuk mempertahankan diri, kecuali tinta. Akan tetapi, gurita memiliki kemampuan luar biasa untuk menipu lawan dengan berpura-pura menjadi hewan laut yang menyeramkan.

Gurita juga memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah dan belajar dari gurita lain untuk memecahkan masalah.

5. Burung Gagak

Sama halnya seperti lumba-lumba dan simpanse, gagak ternyata juga bisa menggunakan alat dan memiliki kecerdasan yang cukup untuk menyelesaikan masalah.
Dalam sebuah video dari The New York Times di atas menunjukkan seekor burung gagak mencoba mengambil makanan dari dalam tabung yang berisi air. Gagak itu mengambil batu dan menjatuhkannya ke dalam tabung sehingga volume air naik. Ia pun bisa dengan mudah mengambil makanan dari dalam tabung.

Tips Menjadi Generasi Muda yang Berkualitas di Era Digital

Tips Menjadi Generasi Muda yang Berkualitas di Era Digital – Saat ini sudah semakin banyak orang yang senang melakukan banyak hal di era digital. Semakin canggihnya teknologi serta situasi pandemik yang memaksa semua orang untuk melakukan aktivitas secara mobile, membuat peran platform digital menjadi sangat penting. Saat ini hampir semua aktivitas bisa dilakukan secara digital.

Generasi muda sebagai generasi yang melek teknologi, tentu menghabiskan banyak waktu di dunia digital, baik itu media sosial maupun platform lain. Namun, masih banyak yang tidak memanfaatkan kemajuan teknologi ini secara maksimal. Banyak yang hanya membuang waktu di dunia maya tanpa mendapatkan sesuatu yang berguna.

Tips Menjadi Generasi Muda yang Berkualitas di Era Digital

1. Kemajuan teknologi sebagai media untuk mengembangkan diri
Analisa mengatakan bahwa kemajuan teknologi layaknya pisau yang dapat membunuh seseorang, tetapi juga dapat digunakan untuk memotong buah yang hasilnya bisa kita rasakan sendiri. Generasi muda harus dapat memaksimalkan penggunaan teknologi sebagai media untuk mengembangkan diri.

“Jadi bagaimana nih, generasi muda bisa memanfaatkan kemajuan teknologi ini dengan berbagai platform digital untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat dan untuk pengembangan diri mereka. Karena sekarang, mendapatkan informasi bukan hanya dari bangku sekolah ya. Banyak sekali manfaatnya,” ujar Analisa.

2. Penggunaan teknologi harus dibarengi dengan positive mindset dan analytical thinking yang baik
Menurut penelitian, generasi saat ini disebut sebagai digital native generation atau generasi yang paling banyak menggunakan sosial media. Generasi ini lebih mudah tertarik dengan konten yang bersifat visual dibandingkan tekstual. “Jadi memang mereka itu lebih gampang melihat sesuatu yang menarik, lalu mendapatkan informasi tersebut dari platform digital,” jelas Analisa.

Namun selain itu, Analisa juga menjelaskan bahwa penggunaan teknologi ini juga harus dibarengi dengan positive mindset. “Tantangannya kalau ini tidak dikontrol dengan mindset yang positif dan analytical thinking yang baik, kadang-kadang bisa jadi satu hal yang negatif, seperti masalah keluhan-keluhan terkait dengan kesehatan mental atau beberapa isu psikologi lainnya,” jelasnya.

3. Generasi muda harus memiliki ketahanan diri untuk menghadapi situasi sulit
Salah satu soft skill yang menurut Analisa penting untuk dimiliki oleh generasi muda saat ini adalah resiliensi kemampuan bertahan. Menurutnya, generasi muda harus memiliki ketahanan mental saat menghadapi situasi sulit atau cara untuk bounce back.

“Di dalam situasi sulit, kita harus bisa menganggap bahwa kesulitan itu adalah somehow opportunity kita untuk menemukan suatu peluang, yang secara kreatif ternyata banyak memberikan inspirasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Analisa menjelaskan bahwa resiliensi ini perlu diasah oleh generasi muda karena di dalamnya terdapat kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat serta kemampuan mengelola emosi terhadap hal-hal yang gak bisa kita kontrol.

4. Harus punya value biar gak FOMO
Analisa menjelaskan, di dalam beberapa penelitian yang dibacanya, disebutkan bahwa penggunaan media sosial di berbagai platform digital secara berlebihan itu gak baik dan bisa memunculkan masalah psikologis.

“Kalo penjelasan secara klinis, ini ada pengaruh dengan neurotransmiter atau sistem kerja otak di kepala kita. Pada saat kita melihat sesuatu yang relate sama kita, itu semacam ada dopamin atau adiksinya juga. Nah, pada saat kadar itu berlebih, ini yang gak bisa kita tanggulangi sehingga munculnya FOMO,” jelasnya.

Karena itu, penting bagi kita untuk mempunyai value yang bisa dipegang dan dijadikan pegangan saat menikmati platform atau aplikasi digital.

“Pilah lagi niatnya. Banyak banget yang bisa kita dapetin, tapi coba cari yang sesuai dengan value hidup kita. Tanyakan lagi apakah ada manfaatnya buat diri kita. Kita yang mengontrol dan menerima kenyataan bahwa gak apa-apa kalo kita ketinggalan,” tambahnya.